Searching OOP dengan C++

Jadi begini, anggaplah kita sudah mendeklarasikan sebuah class buku seperti ini:

class buku
{
public:
buku(){};
~buku(){};
virtual void input();
virtual void tampilkan();
char ISBN[6];
char Judul_Buku[20];
char Pengarang[30];
double harga;
int stok;
};
int cnt_buku;
buku Buku[1000];

Objek dari class buku dibuat yang bernama Buku. Asumsikan kita sudah memiliki fungsi input, tampil, dan beberapa fungsi pendukung. Dan ini merupakan fungsi mencari data buku yang sudah disimpan.

int cari_berdasarkan_ISBN()
{
char cari_ISBN[6];
int find;
int set;
int ketemu =1;
if(cnt_buku==0)
{
cout<<”Koleksi Buku belum ada”<<endl;
getch();
}
else
{
cout<<” Masukkan Nomor ISBN yang dicari “;
cin>>cari_ISBN;
strupr(cari_ISBN);
find = 1;
set=1;
while(find<=cnt_buku && set)
{
ketemu = strcmp(cari_ISBN,Buku[find].ISBN);
if(ketemu == 0)
{
//tampilkan hasil pencarian berdasarkan ISBN
return(find);
set=0;
getch();
}
else
{
find++;
}
}
find–;
if(find == cnt_buku && ketemu!=0)
{
cout<<” Buku tidak ditemukan “<<endl;
return(0);
}
}
set=1;
getch();
};

Semoga Bermanfaat.

andaikan aku burung, aku akan terbang, 1 minggu lagi aku akan pulang

Saya tunggu engkau Saya tunggu engkau

Rupanya engkau forget to me

Saya tunggu engkau Saya tunggu engkau

Rupanya engkau forget to me

Rambate rantah ayu tarik tambang rame-rame

Disini aku jadi tambah seneng seneng

Andaikan aku burung aku akan terbang

Satu Minggu lagi aku akan pulang

Bangun pagi-pagi menuju lapangan hitam

Untuk mengikuti latihan kemiliteran

Tak tahan rasanya ingin segera pulang

Latihanku belum usai

Mau makan jalan jongkok

Habis makan lompat kodok

Ku dicaci di maki

Dan dibentak-bentak

Wahai pelatihku betapa kejam dirimu

Wahai pelatihku betapa jeli matamu

Andaikan kau tahu apa isi hatiku

Ku cinta pada mu I Love You

Mau marah silahkan

Mau diam silahkan

Asal jangan kau putuskan cintaku

Aku sabar menunggu

Sampai hilang jerawatmu

Malam minggu aku Apel kerumahmu

*) Masih berlangsung pendidikan SUSKAPIN MENWA di Grup 3 Kopassus Cijantung Jakarta Timur. Yang nanti akan berakhir pada tanggal 29 Oktober 2009. Semoga menjadi kader-kader pimpinan yang benar benar menjiwai semangat Bela Negara.

**) Dek, aku tunggu kedatanganmu 1 minggu lagi.

Sungkem

sungkem

Sebuah tradisi yang umumnya ada di kalangan keluarga Jawa, biasanya kita temukan pada kegiatan-kegiatan keraton, juga pada saat Hari Raya Idul Fitri, merupakan sebuah tradisi yang patut dilestarikan. Yang merupakan budaya yang dimiliki Indonesia yang *setahu saya* tidak ditemukan di negara lain. Dalam kegiatan sungkem adalah suatu bentuk penghormatan dari orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, dengan bentuk pelaksanaan yang berbeda-beda pula dari pelaksanaanya, ada yang sujud sambil mencium lutut orang yang lebih tua, ada yang sambil duduk sambil bersalaman, ada pula yang seperti gambar diatas.

Gambar diatas diambil waktu lebaran 1430 H kemaren di Jogja. Orang yang “disungkemi” tersebut adalah Bapak ku, sedangkan orang yang sungkem dan termasuk dalam antrian adalah para warga desa yang berkeliling kampung “unjung-unjung” seusai pelaksanaan Sholat Ied di lapangan dekat saya menginap.

Pada saat sungkem selalu ada kalimat “mantra” yang diucapkan bergantian, yang dimulai oleh orang yang lebih muda lalu bergantian orang yang lebih tua. tapi sampai sekarang pun saya belom hapal betul apa yang harus diucapkan pada saat “sungkem” di desa itu, karena kalimatnya menggunakan bahasa jawa halus dan saya ndak ngerti kosa kata tersebut. Yang saya paham hanya ucapan dimulai oleh yang lebih muda untuk menyatakan mohon maaf atas kesalahan yang pernah dibuat, dan dilanjutkan pemberian maaf sekaligus permohonan maaf juga dari yang lebih tua.

Sampai suatu saat saya pernah bertanya ke sepupu saya tentang urut-urutan kalimat yang diucapkan, tapi saya hanya paham sedikit:

“Minal Aidin Walfaidin, kulo nyuwun pangapunten engkang kalepatan kulo”.

Yah begitu kira-kira isinya tapi mungkin ada yang salah *mohon dibetulken* karena ucapan itu hanya seinget saya dan pastinya masih banyak yang salah.

Sampai pernah suatu saat beberapa tahun lalu saya ngga ngerti apa-apa tentang “mantra” itu sehingga yang saya ucapkan sangat ngawur dan ndak beraturan, pernah sambil sungkem saya mengucap:

“Mbah, saiki jamane jaman edan, yen ora edan ora kumanan, maaf lahir batin ya, Mbah…”

NB: bagaimana dengan ditempat kalian mudik, apakah sama dengan di tempat saya???

Posting (lagi)

Hari ini, hari sabtu pagi kehidupan berjalan sesuai dengan kodratnya masing-masing tapi aku sendiri yang ngga sadar kalo ini hari sabtu, pikirku ini hari minggu. Karena semalam habis ada acara buka bersama di suatu tempat yang cukup rame, dan cukup membuat orang berfikir bahwa malam serame itu adanya di malam minggu aja. Dari semalam tetep aja keukeuh kalo ini malem minggu dan besok adalah hari minggu. Tapi ternyata, aku salah ngitung hari (doh), pagi ini kebangun ternyata hari ini masih hari sabtu to… Wez, ternyata yang aku kirain besok adalah hari senin ternyata (merasa) masih dapet bonus libur sehari dihari minggu. Walah, padahal kan sami mawon… (mbulet ae)

Kalo dihitung ini adalah puasa hari ke-22, puasa hari ini bener-bener ngga terasa udah memasuki 10 hari yang terakhir. Ngga seperti keadaan puasa di tahun-tahun sebelumnya dimana aku merasa bulan puasa terasa sangat lama dan membosankan. Tapi ngga tau kenapa aku merasa bulan puasa kali ini kok berjalan lebih cepat dari biasanya, aku merasa belum menikmati ramadhan ini dengan semaksimal mungkin, tapi ternyata sekarang udah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan kali ini. Mungkin karena aku terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi, dan urusan yang bersifat agomo jadi sedikit terbengkalai, padahal bulan ini mestinya FULL TIME buat ibadah, biar dapet door prize lailatul qodar.

Tapi emang akunya yang tahun ini ngerasa sedikit lebih malas dari tahun sebelumnya, mudah-mudahan sisa Ramadhan yang tinggal 1/4 bulan ini bener-bener aku manfaatin buat hal-hal positif. Karena belom tentu ramadhan tahun depan aku dijamin masih punya umur, jadi harus memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa ini untuk meng-upgrade iman supaya mendapat predikat “bertakwa” dimata Alloh SWT, Amin.. amin ya Robbal Alamin…

Next Page »