Ajiputra

.:: tiada gunung terlalu tinggi, tiada jurang terlalu dalam ::.

Final Battle on report

with 3 comments

Jam 4 pagi aku udah kebangun didepan rushvitta(baca: laptop) yang masih dalam keadaan menyala semalaman karena sebelumnya udah menyelesaikan segala persiapan buat Sidang Lisan tanggal 19 Desember 2008. Persiapan udah selesai semua pas jam 11 malam sebelum tidur, mulai dari ujung rambut sampe ujung kaki, dari buku laporan sampe aplikasi yang sudah ditanam di laptop kesayangan. Aku terbangun karena suara ceria keponakanku yang masih berusia 8 bulan, yang masih lucu-lucunya kalo ngoceh ngga jelas.

Setelah cek kembali semua peralatan perang, langsung mandi terus gosok gigi. Ngga lupa solat subuh yang isi doanya terfokus untuk kelancaran sidang TA. Habis itu baru keingetan kalo bapak dan ibuku harus berangkat pagi banget ke bandara karena udah ditunggu pesawat ke jakarta yang berangkat jam 6 untuk menghadiri acara nikah anak Bosnya bapakku. Alhasil beliau pamit dan memberikan doa restu untuk aku sebelum berangkat ke jakarta.

Pukul setengah tujuh aku udah selesai sarapan dan siap berangkat ke medan tempur. Sampai saat ini belom tau siapa urutan pertama yang maju sidang karena memang belum diumumkan. Biar surprise aja kata para panitia sidang, (apanya yang surpise… lha wong sport jantung koyo ngene). Langsung aja aku berangkat mbawa semua perlengkapan menuju daerah rungkut madya untuk melanjutkan misi.

Sebelum masuk ke daerah rawan (baca: daerah ruang ujian) aku mampir dulu ke DP (daerah persiapan) di markas menwa Yon 806. Taruh helm, lepas jaket, cek logistik, pastikan semua status OK, siap berangkat menuju Gedung Giri Santika. Jam 07.38 aku dan beberapa peserta sidang yang lain udah siap dengan persenjataan masing-masing, tapi ternyata pengumuman jadwal peserta sidang belum juga muncul. Tanpa mikir panjang, aku langsung masuk ke ruang dikjar untuk lihat-lihat situasi. Didalam ada pak Yono (petugas dikjar) yang lagi mengatur absensi beserta kelengkapan yang lain untuk sidang hari ini. Dengan maksud pura-pura membantu pak Yono membereskan yang masih berantakan, aku juga memantau list urut-urutan jadwal sidang. Ternyata aku ada di ruang Ujian 1 dengan 3 orang penguji yaitu Pak Cahyo, Pak Prisa dan Pak Made. Selang beberapa menit kemudian Pak Gede (Dosen pembimbingku) dateng. setelah sempat ngobrol sejenak, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 08.10, beliau langsung masuk ke ruang sidang untuk menguji peserta yang lainnya, sementara aku menunggu di bawah tangga lantai 1. Aku berada di urutan ke-4 setelah Yanuar, April, dan Arief. Setelah dipikir lagi, kemungkinan aku maju baru jam 11an, jadi aku sempatkan istirahat di base camp Kolu.

Jam menunjukan pukul 10.45, dan Arief keluar dari ruang sidang. Ini berarti waktunya untuk aku untuk berjuang mempertahankan tugas akhirku di depan penguji. 5 menit persiapan, dan inilah saatnya. Mulai dari perkenalan, menjelaskan judul, peranncangan, dan waktu masuk ke pembahasan sistem, Pak Made sang penguji dengan titel M.Kom langsung meminta untuk demo aplikasi tugas akhir ku. Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan dan berhasil kujawab dengan tenang dan tanpa gugup. Sempat juga terdiam karena bingung tapi utungnya pertannyaan dari pak Prisa tentang javascript bisa mengubah pembahasan menjadi lebih menarik dan lebih interesting. Jam menunjukan pukul 11.15 dan penguji menyatakan cukup untuk sidangnya. Langsung aku matikan laptop dan tidak lupa ucapkan terima kasih kepada penguji. Keluar dari ruang sigdang, langsung lanjut dengan sholat Jum’at di Masjid Istiqomah UPN.

Sore menjelang Yudisium pukul 15.40 , aku sudah siap di ruang Ir. Soekamto bersama teman2 seperjuangan. Suara langkah sepatu pantovel Dekan cukup terdengar saat melangkah menuju podium untuk memberikan sambutan, dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing Ketua Jurusan. Rata-rata isi sambutan Beliau-beliau berisi tentang “selamat bagi yang lulus, dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati”.

Acara puncak, nama demi nama dipanggil untuk menerima amplop yang berisi keterangan hasil sidang hari ini. Tak terkecuali namaku, tanganku sangat dingin saat menerima amplop dan berjabat tangan dengan Dekan dan segenap Kajur. Walhasil, setelah aku buka amplop, tertera tulisan keterangan lulus dengan nilai A. Sangat terharu saat membaca hasil keputusan ujian, dan segera memberi kabar kepada orangtua tercinta yang sedang nun jauh di Jakarta. Selesai yudisium langsung melaksanakan ritual siraman air kembang di depan gedung Giri Reka.

Bersama segenap pejuang TA langsung foto-foto bersama sambil jogedan merayakan kemenangan.

Baiklah, Bendera kemenangan sudah tertancap di puncak pendakian, sekarang saatnya turun gunung.

(skrinsut menyusul)

Advertisements

Written by ajiputra

December 21, 2008 at 00:37

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. selamat ya, tinggal makan – makannya nie ….

    adinata

    December 21, 2008 at 09:45

  2. Selamat Chrystia Aji Putra, S.Kom
    semoga cepet dapet kerja enak, meja sendiri, komputer, sendiri, koneksi internet yang kenceng

    costfix

    December 21, 2008 at 19:29

  3. Cantek kali nama laptopmu… (woot)

    galihsatria

    December 30, 2008 at 18:56


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: