Ajiputra

.:: tiada gunung terlalu tinggi, tiada jurang terlalu dalam ::.

Archive for June 2009

Review Film: KING

with 2 comments

gambar dicolong dari: http://www.titiw.com/2009/06/28/king-review/
Film garapan sutradara Ari Sihasale ini emang mantap untuk diliat bagi anda yang pingin melihat sebuah cerita yang berisikan nilai nasionalis, nilai sejarah terutama bulu tangkis, dan cerita yang cocok sekali ditonton oleh segala umur.
Bagi saya, nilai yang saya hayati adalah sisi Nasionalisme dalam film ini, karena saat diakhir film dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, terhentak hati saya (dan jujur) saya benar benar gemetar mendengarnya, karena sebelumnya setiap saya mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap Upacara yang didalamnya ada sesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saya selalu merinding. Entah kenapa mungkin saat itu suasananya cukup mendukung, sehingga saya secara tidak sadar mendramatisir perasaan diri sendiri.
Dari awal cerita yang semula Guntur adalah anak SD dari desa Jampit (daerah banyuwangi kalo ngga salah) selalu berusaha untuk selalu menjadi juara, namun sering kali juga kecewa dengan hasil yang didapat setelah latihan ekstra keras.  Bapaknya Guntur yang sangat mengidolakan Liem Swie King ingin anaknya menjadi sang juara seperti King. Dengan dukungan dari semua warga di desanya, karena memang diceritakan bahwa di desa Jampit memang desa yang gandrung akan bulu tangkis. Guntur sebelumnya dilatih oleh bapaknya sampai ia masuk di sebuah klub bulu tangkis di banyuwangi. Sejak saat itu Guntur terus berlatih sampai akhirnya bisa lolos untuk ikut seleksi pelatnas di daerah Kudus. Disana dia bertemu dengan orang-orang tersohor didunia bulu tangkis, dari Harianto Arbi sampai Liem Swie King.
Mungkin saya emang ngga pandai bercerita, jadi kalau ingin nonton silakan liat sendiri di bioskop terdekat maupun bioskop terjauh (haha), saya jamin anda puas dengan film ini. Apalagi anda yang gandrung akan bulu tangkis serta memiliki rasa nasiosalisme tinggi.  Dan bagi anda yang pingin nonton film tapi dompet sudah cekak, daripada bingung memilih KING atau GDD, saya sarankan untuk menonton film ini daripada film Garuda Di Dadaku (ini bukan provokasi lho ya). Ini versi saya sendiri, menurut saya film ini lebih bernilai nasionalis daripada film GDD. tapi bagi yang mau liat GDD ya silakan saja, ga ada yang ngelarang. Nonton dua-duanya juga ngga apa-apa…
Advertisements

Written by ajiputra

June 28, 2009 at 18:56

Posted in Biasa-biasa aja