Ajiputra

.:: tiada gunung terlalu tinggi, tiada jurang terlalu dalam ::.

Archive for the ‘Biasa-biasa aja’ Category

codename: T.I.W.U.L

with one comment

Nih kenalin, namanya tiwul, laptop acer 4540 ku ini dah setahun lebih. Spesifikasinya masih standard dari pabiknya sana, cuman aku tambahin aja memori jadi 3 Gb.

Laptop kesayangan saya ini karena memang satu-satunya, adalah laptop ke dua saya setelah Acer 4520 (dulu aku beri nama bagong). Dimana si bagong itu sudah menemani saya semasa studi S1 sampai lulus. Setelah itu, yah namanya umur ga ada yang tau. Tiba-tiba bagong mati setelah mengajar. Sehingga, beberapa hari setelah matinya si bagong, terpikir oleh saya untuk beli laptop baru. Dari beberapa laptop yang menjadi nominasi saat itu, tepilih kembali merk acer yang memang cocok di kantong saya.

Sampai sekarang juga, gadget inilah yang sering menemaniku saat studi S2 di JCM Elektro ITS. Tiwul juga sering menemani kala main game, nonton filem, dan lain-lain.

Sering juga saat malam sebelum tidur, sambil nonton Naruto saya ketiduran. Alhasil tiba-tiba ‘mak glodak’ ternyata tisul jatuh dari tempat tidur, mudah-mudahan masih sehat sampai beberapa tahun lagi bertahan untuk menemani saya sampai lulus studi S2. Aaaamin.

Advertisements

Written by ajiputra

March 1, 2012 at 11:38

Posted in Biasa-biasa aja

Kelakuan Mahasiswa jaman sekarang

with 2 comments

Selama kurang lebih setahun aku jadi dosen, beragam kelakuan mahasiswa yang beraneka ragam udah pernah dirasakan, salah satunya adalah mahasiswa yang menghubungi dosen melalui media ponsel. Berikut contoh percakapan yang tidak seharusnya terjadi saat mahasiswa menelpon dosen:

Saya: “Halo, siapa ini?”
Mhs: “Halo, selamat pagi pak”
Saya: “Iya, pagi. Ada apa?”
Mhs: “ini saya mahasiswa UPN, Pak”
Saya: “mahasiswa UPN yang mana?”
Mhs: “informatika, pak”
Saya: “Lho, mahasiswa informatika UPN kan ada banyak, anda punya nama kan?”
Mhs: “iya pak, Enggg…. nama saya xxx (sebut saja Wahyu)”
Saya: “Ooo… iya, ada perlu apa?”
Mhs: “anu pak, Bapak ada dimana? saya mau bimbingan.”
Saya: “saya ada di ruangan”
Mhs: “iya pak, saya segera kesana, ini masih dirumah”
Saya: “ha…?”
**serasa lagunya project POP –> kepalaku cekat cekot… cekat cekot, rasanya pusing kaya kejedot jedot… dot….** langsung tutup telepon**

oh, dasar kelakuan mahasiswa jaman sekarang. Padahal dahulu kala semasa saya menjadi mahasiswa, ngga pernah sekali berani-beraninya telpon dosen saya jikalau tidak sangat-sangat darurat dan butuh bantuan beliau.

Written by ajiputra

September 25, 2011 at 17:05

Posted in Biasa-biasa aja

Salam KOPLAK!!

with 2 comments

Ini ada dua orang koplak. Yang satu lagi ngupil, satunya lagi malah pamer kelek… Lebih aneh lagi ini siapa yang motret?

Lah, Blog saya kok malah jadi gini ya?

Written by ajiputra

February 23, 2011 at 17:10

Posted in Biasa-biasa aja

Blogging (lagi)

with 2 comments

(doh) Udah berapa lama ya ini blog gak tersentuh sama sekali, padahal dulu waktu bikin niatnya pingin diramut terus, dan kalo bisa pindah ke hosting sendiri. Tapi apa daya, segala keinginan itu belum terlaksana lantaran beberapa alasan yang semestinya gak bisa dijadikan alasan yang tepat, yaitu malas. yak malas. Mungkin karena keasikan mbuka tempat yang lain seperti facebook maupun plurk yang pengunaanya lebih mudah, lebih menarik perhatian, dan ngga perlu posting tulisan yang banyak kaya Blog ini.

Padahal sebenernya sih kalo mau dipaksain ya bisa aja dijalanin. Mungkin karena akunya aja yang males, lebih memilih plurk maupun facebook yang lebih gampang dipakainya, lebih menarik perhatian teman-teman, kalo di blog kan mesti update terus tiap beberapa hari, blogwalking dan meninggalkan komen di blog orang lain dengan berharap dalam hati agar blognya dikunjungi dan di komen orang lain. Lain lagi sih kalo udah jadi terkenal di dunia blog, jadi selebritis blog katanya.

Dibandingkan dengan plurk maupun facebook, blog ini bener-bener jarang kebuka. paling cuman login aja terus ditinggal. Besoknya baru keinget pingin posting di blog pada saat mau tidur, tapi setelah OL lagi yah penyakitnya kambuh lagi, yang alasan pingin liat facebook dulu lah, plurk dulu lah, cek email dulu lah, blog jadi terbengkalai.

Tapi mudah-mudahan dengan tulisan ini semangat bloging mulai berkobar lagi, mudah-mudahan blog ini keramut lagi, walaupun gak rame seperti blognya para selebritis blog di dunia bloging, minimal ini menjadi sebuah coretan kecil yang menceritakan sebagian catatan hidup yang bisa dikenang oleh seorang ajiputra.

*catatan: tulisan ini dibuat di Lab Pemrograman Informatika¬† setelah ngajar kuliah BP2 di Giri Santika & Giri Reka Lantai 4, UPN “veteran” Jatim.

Written by ajiputra

September 1, 2009 at 16:34

Posted in Biasa-biasa aja

Review Film: KING

with 2 comments

gambar dicolong dari: http://www.titiw.com/2009/06/28/king-review/
Film garapan sutradara Ari Sihasale ini emang mantap untuk diliat bagi anda yang pingin melihat sebuah cerita yang berisikan nilai nasionalis, nilai sejarah terutama bulu tangkis, dan cerita yang cocok sekali ditonton oleh segala umur.
Bagi saya, nilai yang saya hayati adalah sisi Nasionalisme dalam film ini, karena saat diakhir film dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, terhentak hati saya (dan jujur) saya benar benar gemetar mendengarnya, karena sebelumnya setiap saya mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap Upacara yang didalamnya ada sesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saya selalu merinding. Entah kenapa mungkin saat itu suasananya cukup mendukung, sehingga saya secara tidak sadar mendramatisir perasaan diri sendiri.
Dari awal cerita yang semula Guntur adalah anak SD dari desa Jampit (daerah banyuwangi kalo ngga salah) selalu berusaha untuk selalu menjadi juara, namun sering kali juga kecewa dengan hasil yang didapat setelah latihan ekstra keras.  Bapaknya Guntur yang sangat mengidolakan Liem Swie King ingin anaknya menjadi sang juara seperti King. Dengan dukungan dari semua warga di desanya, karena memang diceritakan bahwa di desa Jampit memang desa yang gandrung akan bulu tangkis. Guntur sebelumnya dilatih oleh bapaknya sampai ia masuk di sebuah klub bulu tangkis di banyuwangi. Sejak saat itu Guntur terus berlatih sampai akhirnya bisa lolos untuk ikut seleksi pelatnas di daerah Kudus. Disana dia bertemu dengan orang-orang tersohor didunia bulu tangkis, dari Harianto Arbi sampai Liem Swie King.
Mungkin saya emang ngga pandai bercerita, jadi kalau ingin nonton silakan liat sendiri di bioskop terdekat maupun bioskop terjauh (haha), saya jamin anda puas dengan film ini. Apalagi anda yang gandrung akan bulu tangkis serta memiliki rasa nasiosalisme tinggi.¬† Dan bagi anda yang pingin nonton film tapi dompet sudah cekak, daripada bingung memilih KING atau GDD, saya sarankan untuk menonton film ini daripada film Garuda Di Dadaku (ini bukan provokasi lho ya). Ini versi saya sendiri, menurut saya film ini lebih bernilai nasionalis daripada film GDD. tapi bagi yang mau liat GDD ya silakan saja, ga ada yang ngelarang. Nonton dua-duanya juga ngga apa-apa…

Written by ajiputra

June 28, 2009 at 18:56

Posted in Biasa-biasa aja

Time to Rest

with 4 comments

Udah ngilang beberapa minggu, malah sekarang baru nongol cuman mau bilang:

“time to Rest”

Gw hengkang dulu ah 2 minggu, soon…

Written by ajiputra

February 19, 2008 at 13:20

Posted in Biasa-biasa aja

Oh, Getah Pohon Jarak…

with 16 comments

Setelah ngeliat postingan mba yang satu ini, saya jadi inget semasa kecil dulu jaman saya SD. Lho jadi apa hubungannya antara si Nilla, Pohon Jarak, sama Semasa saya SD dahulu kala?

Jadi begini loh, Nilla kan cerita kalo lidahnya kegigit pas waktu dia tidur, *makanya La, kalo tidur giginya ditaruh di meja aja biar ngga kelayapan kemana2… :d * Sampe-sampe lidahnya berdarah-darah luka, hmm gitu sih katanya menurut berita yang aku baca…

Trus, hubungannya ama pohon jarak dan semasa SD apaan Ji?
Waktu itu, waktu kecil dulu, waktu rumahku masih di Kampung Kelapa Dua dulu (Bogor =tapi sekarang Depok). Pohon Jarak yang letaknya persis di belakang rumah saya dan persis juga di samping Kuburan sebuah Keluarga bangsawan disana, dimasa itu cukup berguna buat kesehatan masyarakat. Terutama bagi warga yang sedang mengalami sakit sariawan, baik sariawan di Lidah maupun di Bibir.

Pohon Jarak 1Pohon Jarak 2

Pasti lah, setiap orang yang lagi sariawan langsung aja menuju pohon jarak tersebut dan ngambil sedikit batangnya yang masih hijau segar. Disitu kan nanti keluar getah kental warna bening (apa putih ya… lupa). Trus getahnya itu di oles-oleskan ke tempat pusat sariawannya. Rasanya sih emang agak perih banget sedikit. Tapi khasiatnya boleh diadu sama obat-obat sariawan… Dibanding Obat sariawan yang dijual di pasaran, menurut penelitian saya getah jarak terbukti 80% lebih manjur mengobari sariawan.

Pengalaman pertama berobat pake Getah Jarak yaitu pas saya ngeliat seorang anak kecil yang sedang krusak-krusuk di kebon Jarak samping kuburan. Setelah saya tanya, “Lagi ngapain Neng?”

“Lagi ngobatin sariawan, Bang”, katanya terus pergi lagi lari ke rumahnya.

Pikirku kok aneh ya getah jarak kok buat obat sariawan, tapi ternyata setelah aku coba sendiri sewaktu terkena serangan sariawan, aku coba lah getah itu. Eh ternyata bener, manjur… Swer…

Nah, Sekarang kegunaan Pohon Jarak udah bertambah lagi setelah menjadi obat sariawan tradisional, sudah lebih maju sebagai bahan untuk membuat bahan bakar biodiesel. Keren Ya…!!

Written by ajiputra

January 28, 2008 at 20:10