Ajiputra

.:: tiada gunung terlalu tinggi, tiada jurang terlalu dalam ::.

Posting (lagi)

with 3 comments

Hari ini, hari sabtu pagi kehidupan berjalan sesuai dengan kodratnya masing-masing tapi aku sendiri yang ngga sadar kalo ini hari sabtu, pikirku ini hari minggu. Karena semalam habis ada acara buka bersama di suatu tempat yang cukup rame, dan cukup membuat orang berfikir bahwa malam serame itu adanya di malam minggu aja. Dari semalam tetep aja keukeuh kalo ini malem minggu dan besok adalah hari minggu. Tapi ternyata, aku salah ngitung hari (doh), pagi ini kebangun ternyata hari ini masih hari sabtu to… Wez, ternyata yang aku kirain besok adalah hari senin ternyata (merasa) masih dapet bonus libur sehari dihari minggu. Walah, padahal kan sami mawon… (mbulet ae)

Kalo dihitung ini adalah puasa hari ke-22, puasa hari ini bener-bener ngga terasa udah memasuki 10 hari yang terakhir. Ngga seperti keadaan puasa di tahun-tahun sebelumnya dimana aku merasa bulan puasa terasa sangat lama dan membosankan. Tapi ngga tau kenapa aku merasa bulan puasa kali ini kok berjalan lebih cepat dari biasanya, aku merasa belum menikmati ramadhan ini dengan semaksimal mungkin, tapi ternyata sekarang udah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan kali ini. Mungkin karena aku terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi, dan urusan yang bersifat agomo jadi sedikit terbengkalai, padahal bulan ini mestinya FULL TIME buat ibadah, biar dapet door prize lailatul qodar.

Tapi emang akunya yang tahun ini ngerasa sedikit lebih malas dari tahun sebelumnya, mudah-mudahan sisa Ramadhan yang tinggal 1/4 bulan ini bener-bener aku manfaatin buat hal-hal positif. Karena belom tentu ramadhan tahun depan aku dijamin masih punya umur, jadi harus memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa ini untuk meng-upgrade iman supaya mendapat predikat “bertakwa” dimata Alloh SWT, Amin.. amin ya Robbal Alamin…

Written by ajiputra

September 12, 2009 at 06:29

Posted in curahan hati

Blogging (lagi)

with 2 comments

(doh) Udah berapa lama ya ini blog gak tersentuh sama sekali, padahal dulu waktu bikin niatnya pingin diramut terus, dan kalo bisa pindah ke hosting sendiri. Tapi apa daya, segala keinginan itu belum terlaksana lantaran beberapa alasan yang semestinya gak bisa dijadikan alasan yang tepat, yaitu malas. yak malas. Mungkin karena keasikan mbuka tempat yang lain seperti facebook maupun plurk yang pengunaanya lebih mudah, lebih menarik perhatian, dan ngga perlu posting tulisan yang banyak kaya Blog ini.

Padahal sebenernya sih kalo mau dipaksain ya bisa aja dijalanin. Mungkin karena akunya aja yang males, lebih memilih plurk maupun facebook yang lebih gampang dipakainya, lebih menarik perhatian teman-teman, kalo di blog kan mesti update terus tiap beberapa hari, blogwalking dan meninggalkan komen di blog orang lain dengan berharap dalam hati agar blognya dikunjungi dan di komen orang lain. Lain lagi sih kalo udah jadi terkenal di dunia blog, jadi selebritis blog katanya.

Dibandingkan dengan plurk maupun facebook, blog ini bener-bener jarang kebuka. paling cuman login aja terus ditinggal. Besoknya baru keinget pingin posting di blog pada saat mau tidur, tapi setelah OL lagi yah penyakitnya kambuh lagi, yang alasan pingin liat facebook dulu lah, plurk dulu lah, cek email dulu lah, blog jadi terbengkalai.

Tapi mudah-mudahan dengan tulisan ini semangat bloging mulai berkobar lagi, mudah-mudahan blog ini keramut lagi, walaupun gak rame seperti blognya para selebritis blog di dunia bloging, minimal ini menjadi sebuah coretan kecil yang menceritakan sebagian catatan hidup yang bisa dikenang oleh seorang ajiputra.

*catatan: tulisan ini dibuat di Lab Pemrograman Informatika  setelah ngajar kuliah BP2 di Giri Santika & Giri Reka Lantai 4, UPN “veteran” Jatim.

Written by ajiputra

September 1, 2009 at 16:34

Posted in Biasa-biasa aja

Review Film: KING

with 2 comments

gambar dicolong dari: http://www.titiw.com/2009/06/28/king-review/
Film garapan sutradara Ari Sihasale ini emang mantap untuk diliat bagi anda yang pingin melihat sebuah cerita yang berisikan nilai nasionalis, nilai sejarah terutama bulu tangkis, dan cerita yang cocok sekali ditonton oleh segala umur.
Bagi saya, nilai yang saya hayati adalah sisi Nasionalisme dalam film ini, karena saat diakhir film dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, terhentak hati saya (dan jujur) saya benar benar gemetar mendengarnya, karena sebelumnya setiap saya mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap Upacara yang didalamnya ada sesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saya selalu merinding. Entah kenapa mungkin saat itu suasananya cukup mendukung, sehingga saya secara tidak sadar mendramatisir perasaan diri sendiri.
Dari awal cerita yang semula Guntur adalah anak SD dari desa Jampit (daerah banyuwangi kalo ngga salah) selalu berusaha untuk selalu menjadi juara, namun sering kali juga kecewa dengan hasil yang didapat setelah latihan ekstra keras.  Bapaknya Guntur yang sangat mengidolakan Liem Swie King ingin anaknya menjadi sang juara seperti King. Dengan dukungan dari semua warga di desanya, karena memang diceritakan bahwa di desa Jampit memang desa yang gandrung akan bulu tangkis. Guntur sebelumnya dilatih oleh bapaknya sampai ia masuk di sebuah klub bulu tangkis di banyuwangi. Sejak saat itu Guntur terus berlatih sampai akhirnya bisa lolos untuk ikut seleksi pelatnas di daerah Kudus. Disana dia bertemu dengan orang-orang tersohor didunia bulu tangkis, dari Harianto Arbi sampai Liem Swie King.
Mungkin saya emang ngga pandai bercerita, jadi kalau ingin nonton silakan liat sendiri di bioskop terdekat maupun bioskop terjauh (haha), saya jamin anda puas dengan film ini. Apalagi anda yang gandrung akan bulu tangkis serta memiliki rasa nasiosalisme tinggi.  Dan bagi anda yang pingin nonton film tapi dompet sudah cekak, daripada bingung memilih KING atau GDD, saya sarankan untuk menonton film ini daripada film Garuda Di Dadaku (ini bukan provokasi lho ya). Ini versi saya sendiri, menurut saya film ini lebih bernilai nasionalis daripada film GDD. tapi bagi yang mau liat GDD ya silakan saja, ga ada yang ngelarang. Nonton dua-duanya juga ngga apa-apa…

Written by ajiputra

June 28, 2009 at 18:56

Posted in Biasa-biasa aja

Thanks to: My Gadgets

with 7 comments

Selama kurang lebih empat tahun menerjang ombak dan menembus badai, perjalanan saya di UPN “veteran” Jatim selama berstatus mahasiswa sampai saya menanggalkan status tersebut tidak luput dari jasa-jasa para pahlawan tak bernyawa yang selalu menemani dan mendampingi masa-masa sulit itu *halah.. mendramatisir banget..*

Yah… gini deh, singkatnya ini adalah profil para gadget kesayangan saya yang saya gunakan selama saya kuliah sampe lulus dan mungkin mereka akan menemani sampai titik darah penghabisan nantinya.

1. Komputer (PC) rumah.

yang pertama ini nih, adalah PC saya yang digunakan dirumah, pertama kali dibeli pas juga waktu saya masuk kuliah. kira2 pertengahan tahun 2004. Dengan spesifikasi prosesor Intel P4 – 2,4 Ghz, HDD 40Gb, Ram 256 Mb. dan sekarang udah terupgrade dengan HDD 120 GB serta Ram 512 Mb. Saya beri nama Adikrida, terinspirasi dari nama UKM TARI di UPN yang bernama ADI KRIDA GIRI yang personilnya cantik2 dan gemulai kalo udah diatas panggung.  Tergolong apik di jamannya dulu. PC inilah yang menemani saya sampai semester 6 sebelum kehadiran laptop acer.

2. Flash disk

Sebetulnya saya menggunakan 3 buah flashdisk selama ini, tapi ini flashdisk yang paling bersejarah. Flashdisk ini ngga punya nama yang spesifik, berganti2 nama sesuai selera saya. Sejarahnya saya dan farid sedang browsing di warnet FTI kampus. Baru 5 menit internetan, ada 2 orang dosen yang meninggalkan flashdisk yang masih menancap di PC sebelah saya. Sebetulnya saya berniat mengembalikan flashdisk tersebut, tapi karena flashdisk tersebut berisi file film dengan kategori xxx, urung niat saya mengembalikannya. Alhasil, kita ngga jadi browsing dan buru2 pergi dengan mbayar warnet sejumlah IDR 1.500.

3. HP


Perangkat yang satu ini sangat berjasa, namun Hape Nokia 3220 ini telah gugur di medan perang. Tepatnya pada saat saya sibuk-sibuknya garap tugas akhir HP ini hilang entah kemana, namun saya dapet ganti SIM card dari Grapari telkomsel dengan nomer yang sama. Hp ini pernah berjasa selama hidupnya *halah*. Dari mulai buat telpon2, sms, sampe diisi program kalender pasaran untuk salah satu tugas kuliah.

4. Sepeda motor


Sosok kuda besi yang bernama kirana ini sukses menemaniku selama 6 tahun terakhir ini. Mulai dari SMA, sampai kuliah juga pake ini, sekalian sama si Helm hitam yang setia menemani dan mendampingi.. Tapi sayangnya aku sekarang kurang perhatian sama dia, udah jarang ku elus2, aku mandiin. Padahal si kirana ini nih udah tiap hari nemenin aku.

5. Laptop


Laptop Acer aspire 4520 dengan procesor AMD turion 64×2 dan ram 1 GB ini aku beri nama Rushvitta, cantik kan. Ini adalah gadget yang menemani aku selama garap PKL dan garap TA. Tanpa ini, mungkin perjuanganku mencopot status mahasiswa bakalan agak susah. Rushvitta ini ku isi dengan OS Ubuntu Hardy heron dan Windows XP SP2. dan akan terus menemani sampai titik darah penghabisan di perjuangan berikutnya nanti.

Written by ajiputra

January 15, 2009 at 10:39

Meraih Kejayaan Masa Lampau (resolusi 2009)

with 4 comments

Tiada gunung terlalu tinggi, buat kami daki di siang hari

Tiada jurang terlalu dalam, buat kami susuri di malam gelap

Hutan rimba, padang lalang, kami susuri jalanan jauh

Panas terik, hujan berangin, majulah ayo maju

Teringat dengan kondisi tubuh (baca: perut) yang udah seperti koruptor-koruptor kelas kakap yang perutnya udah buncit, saya hampir mengalaminya. Sekarang saatnya Back to basic, foto diatas diambil sekitar pertengahan tahun 2006. Dan aku ingin kembali memulai battle yang baru untuk mengembalikan keadaan seperti dulu. Doain aku kawan2 semoga semangat dan sukses perjuangan kali ini.

Written by ajiputra

December 24, 2008 at 21:07

Final Battle on report

with 3 comments

Jam 4 pagi aku udah kebangun didepan rushvitta(baca: laptop) yang masih dalam keadaan menyala semalaman karena sebelumnya udah menyelesaikan segala persiapan buat Sidang Lisan tanggal 19 Desember 2008. Persiapan udah selesai semua pas jam 11 malam sebelum tidur, mulai dari ujung rambut sampe ujung kaki, dari buku laporan sampe aplikasi yang sudah ditanam di laptop kesayangan. Aku terbangun karena suara ceria keponakanku yang masih berusia 8 bulan, yang masih lucu-lucunya kalo ngoceh ngga jelas.

Setelah cek kembali semua peralatan perang, langsung mandi terus gosok gigi. Ngga lupa solat subuh yang isi doanya terfokus untuk kelancaran sidang TA. Habis itu baru keingetan kalo bapak dan ibuku harus berangkat pagi banget ke bandara karena udah ditunggu pesawat ke jakarta yang berangkat jam 6 untuk menghadiri acara nikah anak Bosnya bapakku. Alhasil beliau pamit dan memberikan doa restu untuk aku sebelum berangkat ke jakarta.

Pukul setengah tujuh aku udah selesai sarapan dan siap berangkat ke medan tempur. Sampai saat ini belom tau siapa urutan pertama yang maju sidang karena memang belum diumumkan. Biar surprise aja kata para panitia sidang, (apanya yang surpise… lha wong sport jantung koyo ngene). Langsung aja aku berangkat mbawa semua perlengkapan menuju daerah rungkut madya untuk melanjutkan misi.

Sebelum masuk ke daerah rawan (baca: daerah ruang ujian) aku mampir dulu ke DP (daerah persiapan) di markas menwa Yon 806. Taruh helm, lepas jaket, cek logistik, pastikan semua status OK, siap berangkat menuju Gedung Giri Santika. Jam 07.38 aku dan beberapa peserta sidang yang lain udah siap dengan persenjataan masing-masing, tapi ternyata pengumuman jadwal peserta sidang belum juga muncul. Tanpa mikir panjang, aku langsung masuk ke ruang dikjar untuk lihat-lihat situasi. Didalam ada pak Yono (petugas dikjar) yang lagi mengatur absensi beserta kelengkapan yang lain untuk sidang hari ini. Dengan maksud pura-pura membantu pak Yono membereskan yang masih berantakan, aku juga memantau list urut-urutan jadwal sidang. Ternyata aku ada di ruang Ujian 1 dengan 3 orang penguji yaitu Pak Cahyo, Pak Prisa dan Pak Made. Selang beberapa menit kemudian Pak Gede (Dosen pembimbingku) dateng. setelah sempat ngobrol sejenak, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 08.10, beliau langsung masuk ke ruang sidang untuk menguji peserta yang lainnya, sementara aku menunggu di bawah tangga lantai 1. Aku berada di urutan ke-4 setelah Yanuar, April, dan Arief. Setelah dipikir lagi, kemungkinan aku maju baru jam 11an, jadi aku sempatkan istirahat di base camp Kolu.

Jam menunjukan pukul 10.45, dan Arief keluar dari ruang sidang. Ini berarti waktunya untuk aku untuk berjuang mempertahankan tugas akhirku di depan penguji. 5 menit persiapan, dan inilah saatnya. Mulai dari perkenalan, menjelaskan judul, peranncangan, dan waktu masuk ke pembahasan sistem, Pak Made sang penguji dengan titel M.Kom langsung meminta untuk demo aplikasi tugas akhir ku. Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan dan berhasil kujawab dengan tenang dan tanpa gugup. Sempat juga terdiam karena bingung tapi utungnya pertannyaan dari pak Prisa tentang javascript bisa mengubah pembahasan menjadi lebih menarik dan lebih interesting. Jam menunjukan pukul 11.15 dan penguji menyatakan cukup untuk sidangnya. Langsung aku matikan laptop dan tidak lupa ucapkan terima kasih kepada penguji. Keluar dari ruang sigdang, langsung lanjut dengan sholat Jum’at di Masjid Istiqomah UPN.

Sore menjelang Yudisium pukul 15.40 , aku sudah siap di ruang Ir. Soekamto bersama teman2 seperjuangan. Suara langkah sepatu pantovel Dekan cukup terdengar saat melangkah menuju podium untuk memberikan sambutan, dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing Ketua Jurusan. Rata-rata isi sambutan Beliau-beliau berisi tentang “selamat bagi yang lulus, dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati”.

Acara puncak, nama demi nama dipanggil untuk menerima amplop yang berisi keterangan hasil sidang hari ini. Tak terkecuali namaku, tanganku sangat dingin saat menerima amplop dan berjabat tangan dengan Dekan dan segenap Kajur. Walhasil, setelah aku buka amplop, tertera tulisan keterangan lulus dengan nilai A. Sangat terharu saat membaca hasil keputusan ujian, dan segera memberi kabar kepada orangtua tercinta yang sedang nun jauh di Jakarta. Selesai yudisium langsung melaksanakan ritual siraman air kembang di depan gedung Giri Reka.

Bersama segenap pejuang TA langsung foto-foto bersama sambil jogedan merayakan kemenangan.

Baiklah, Bendera kemenangan sudah tertancap di puncak pendakian, sekarang saatnya turun gunung.

(skrinsut menyusul)

Written by ajiputra

December 21, 2008 at 00:37

Operation Code: MBIT –> accepted

with 3 comments

ready to launc for final battle

ready to launch for the final battle

Ngga terasa udah sekitar hampir 5 bulan… blog ini ngga diramut (dirawat. red), dengan alasan sok sibuk ngerjain TA. jadi cuman sempet blogwalking aja ke tempat blog temen-temen yang senantiasa apdet. Udah banyak hal yang dilalui selama hampir 5 bulan ini, dan gairah blogging mulai berkobar lagi. Mungkin temen-temen yang ada di list blogroll saya udah pada lupa sama blog ini. Tapi sekarang saya coba lagi mulai nulis-nulis lagi di blog gratisan ini. Sampe lupa harus mulai dari mana untuk bikin sebuah postingan.

Dan sekarang, tinggal satu tanggungan saya yang masih berstatus mahasiswa, yaitu TA(Tugas Akhir). Dan saya menamakan proyek ini dengan Operation Code: MBIT. Alhamdulilah, sekarang udah siap semua persyaratan untuk maju sidang Kompre tanggal 19 Desember 2008. Mulai dari aplikasi, laporan, dan tetekbengek segala kebutuhan tambahan yang harus disiapkan buat maju ujian kompre. Saya minta doa dan restu dari seluruh civitas blogger dan plurkerz untuk mendoakan saya dan kawan kawan senasib pejuang TA di IF UPN Jatim yang tinggal selangkah lagi menancapkan bendera “dipuncak” pendakian selama 4,5 tahun ini.

And now, it’s one step closer to the final battle.

Operation Code : MBIT –> accepted. Wish me luck. Over and out…!!

Written by ajiputra

December 14, 2008 at 01:02